Sejak awal bulan Rajab, kita biasa mendengar para
ustadz mengajarkan dari mimbar-mimbar pengajian doa yang katanya biasa dibaca
oleh Nabi Muhammad SAW di bulan tersebut. Doanya berbunyi:
( اَلَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا
فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ )
“Ya Allah, limpahkanlah
berkah kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan
Ramadhan!”
Di bulan Sya’ban ini, doa tersebut semakin sering
diajarkan dalam berbagai majlis taklim dan khutbah Jum’at. Di benak para
pendengar ceramah dan khutbah Jum’at akhirnya tertanam sebuah keyakinan bahwa
doa tersebut benar-benar berasal dari Nabi SAW, biasa diucapkan oleh beliau,
dan tidak afdhal jika kita tidak membacanya sebelum datangnya bulan suci
Ramadhan.
Oleh: Muhib Al Majdi / Arrahmah.com
Sebagai seorang muslim, tentu berdoa adalah
bagian dari ibadah yang senantiasa kita lakukan, terlebih pada waktu-waktu,
kesempatan-kesempatan, dan tempat-tempat yang mustajabud
da’wah. Namun berdoa juga memiliki berbagai syarat,
sunah, dan adab yang selayaknya kita jaga. Di antaranya adalah membiasakan diri
membaca doa-doa yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW dalam
hadits-hadits yang shahih.
Selain itu, kita tidak boleh gegabah meyakini
atau mengamalkan sembarang doa dengan mengklaim doa tersebut berasal dari
ajaran Nabi SAW, apalagi rutin beliau amalkan.