Kamis, 05 Desember 2013

Kisi kisi Prakarya Spalsa Semester Gasal 2013



1.       Istilah kerajinan dari bahan tanah liat
2.       Menyebutkan alat-alat yang digunakan untuk membuat keramik
3.       Mengenal teknik pembuatan kerajinan dari bahan tanah liat
4.       Memahami istilah cetak kering dan cetak basah pada pembuatan keramik
5.       Memahami teknik pembentukan bahan keramik secara manual
6.       Teknik memproduksi keramik dengan ukuran yang sama dan dalam jumlah yang banyak
7.       Menyebutkan bahan kerajinan serat alam
8.       Memahami cara yang sering sering dilakukan pada kerajinan yang dibuat dari serat alam
9.       Menyebutkan macam-2 kerajinan dari bahan serat alam
1.   Menyebutkan kerajinan dari bahan kayu serta jenis-2 kayu yang sering digunakan
1.   Memahami teknik pengolahan kayu yang tergolong keras
1.   Menyebutkan teknik yang diguakan untuk membuat kerajinan dari bahan bambu
1.   Menyebutkan produk yang dihasilkan dari bahan bambu
1.   Menyebutkan kulit hewan yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan
1.   Memahami teknik yang digunakan untuk pembuatan wayang
1.   Menyebutkan produk dari bahan kulit
1.   Menyebutkan jenis logam yang biasa digunakan untuk membuat perhiasan
1.   Teknik pengolahan batu untuk interior dan eksterior
1.   Memahmami fungsi gerinda
2.   Menybutkan bahan alam yang biasa digunakan sebagai asesories busana
2.   Sumber daya alam yang dihasilkan dari kota Palu
2.   Menyebutkan alat yang digunakan untuk pembuatan keramik
2.   Menyebutkan teknik kerajinan dari bahan bambu
2.   Menyebutkan bahan-2 yg terkandung pada gipsum
2.   Bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun
2.   Mengenal daerah penghasil rotan dan getah nyatu

Essay
1.       Menyebutkan teknik peembuatan untuk pembuatan keramik
2.       Menyebutkan serat alam yang dapat digunakan untuk membuat kerajianan
3.       Menyebutkan kerajinan dari bahan bambu
4.       Mneyebutkan bahan-bahan buatan yang dapat digunakan untuk kerajinan
5.       Menyebutkan produk kerajinan beserta bahan dasarnya.

Kamis, 21 Maret 2013

Bocoran Soal UAS

Untuk memudahkan latihan silahkan pelajari soal soal ini, ditambah dengan membaca catatan dan buku paket yang kalian punya. Untuk kelas Reguler klik di sini   sedangkan untuk kelas RSBI klik di sini. Selamat belajar semoga sukses selalu

Kamis, 07 Februari 2013

Rabu, 06 Februari 2013

Posisi Tangan Ketika I'tidal



Bagaimana pendapat ulama dalam masalah sedekap pada saat i’tidal?
Dalam masalah sedekap saat i’tidal, terdapat tiga pendapat.
Pertama. Bersedekap dan tidak bersedekap dalam i’tidal hukumnya sama, sehingga diperbolehkan memilih salah satunya. Demikian ini yang menjadi pendapat Imam Ahmad. (lihat Masail Ahmad liibnihi Shalih 2/205 dan Syarhul Mumti 3/145-146) dan demikianlah pendapat madzhab Hambali. Mereka berargumen, tidak ada dalam sunnah Rasulullah SAW yang secara jelas, sehingga keduanya diperbolehkan.

Menjamak Sholat Ketika Hujan


JAMA' MATHOR (Sunnah yang terlupakan)

Hujan merupakan nikmat Allah. Dengan hujan Allah menurunkan banyak nikmat ke muka bumi. Dengan hujan Allah menghidupkan bumi yang gersang. Meskipun dengan hujan juga Allah dapat mengirimkan adzab, sebagaimana yang menimpa umat Nabi Nuh as.
Sehingga tidaklah mengherankan, manakala mendung datang, Rasulullah saw tampak cemas dan khawatir. Kecemasan dan kekhawatiran beliau sirna dan berubah menjadi kegembiraan manakala hujan benar-benar turun. Saat mendung datang, beliau khawatir jangan-jangan yang turun nantinya adalah adzab dari Allah. Begitu turun hujan, maka yakinlah beliau bahwa ternyata rahmat dan berkah Allah lah yang turun.
Saat hujan turun, ada beberapa amalan ibadah yang khas dikerjakan oleh Rasulullah saw. Dan kekhasan amalan ini hanya saat hujan turun saja. Sedangkan di saat biasa, dimana tidak turun hujan, amalan khusus ini tidaklah dikerjakan. Apa sajakah amalan tersebut? Sudahkah kita mengetahui dan mengamalkannya?

Minggu, 03 Februari 2013

Doa Pagi Sore

Silahkan download doa Al-Ma'tsurat disini...! Semoga bermanfaat!

Selasa, 29 Januari 2013

Semua Amalan Perlu Dalil, Termasuk Berdo'a



Sejak awal bulan Rajab, kita biasa mendengar para ustadz mengajarkan dari mimbar-mimbar pengajian doa yang katanya biasa dibaca oleh Nabi Muhammad SAW di bulan tersebut. Doanya berbunyi:
( اَلَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ )

“Ya Allah, limpahkanlah berkah kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan!”
Di bulan Sya’ban ini, doa tersebut semakin sering diajarkan dalam berbagai majlis taklim dan khutbah Jum’at. Di benak para pendengar ceramah dan khutbah Jum’at akhirnya tertanam sebuah keyakinan bahwa doa tersebut benar-benar berasal dari Nabi SAW, biasa diucapkan oleh beliau, dan tidak afdhal jika kita tidak membacanya sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.
Oleh: Muhib Al Majdi / Arrahmah.com
Sebagai seorang muslim, tentu berdoa adalah bagian dari ibadah yang senantiasa kita lakukan, terlebih pada waktu-waktu, kesempatan-kesempatan, dan tempat-tempat yang mustajabud da’wah. Namun berdoa juga memiliki berbagai syarat, sunah, dan adab yang selayaknya kita jaga. Di antaranya adalah membiasakan diri membaca doa-doa yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW dalam hadits-hadits yang shahih.
Selain itu, kita tidak boleh gegabah meyakini atau mengamalkan sembarang doa dengan mengklaim doa tersebut berasal dari ajaran Nabi SAW, apalagi rutin beliau amalkan.

Hukum Memakai Kawat Behel


Muslimahzone.com – “Allah telah mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.” (HR. Muslim)
 Seiring dengan perkembangan teknologi, gaya hidup manusia juga ikut berkembang dan berubah. Salah satu gaya hidup yang digandrungi manusia adalah merubah gigi mereka agar lebih cantik dan lebih indah, maka munculah kawat behel yang digunakan untuk merapikan gigi, ada gigi yang terbuat dari emas atau kuningan untuk mengganti gigi yang tanggal, ada juga alat untuk mengikir gigi agar lebih tipis dan lain-lainnya.
 Fenomena di atas menarik perhatian sebagian kaum muslimin yang mempunyai kepedulian terhadap hukum halal dan haram. Banyak dari mereka yang menanyakan status hukumnya berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karenanya, perlu ada penjelasan terhadap masalah-masalah tersebut.